(本报讯)3月27日,泗水友联基金会在三星国际酒家发放奖助学金给51名贫寒印尼学生。基金会理事以及泗水充满爱心的华社精英、热心人士、嘉宾和银会会员,还有新中三语学校的十位中国老师,共400人出席,共同见证友联基金会发放奖助学金的过程。
晚上6时,理事们已抵达会场,为当晚的活动做好准备。一切就绪后,6时30分,来宾们陆续到场;在前台报到后,按工委的安排,有序入座。7时正,活动在曾芳梅主持下正式开始。首先,她对大家的到来表示热烈的欢迎及感谢。

开场之后,主持人恭请林贤女代表理事致辞。林贤女说,第十轮的银会已顺利结束,银会款已全数发回给会员们,友联基金会能如此顺利完成任务,首先要感谢大家的支持。凭着一股对教育的关心,对会员和支持者的信心,友联基金会第十一轮银会依然续办,希望能得到各界人士的支持。

致辞之后,三名新中三语学校的小朋友William, Nicholas和Jillian个别唱了三首歌:Today My Life Begins、隐形的翅膀以及我是一只小小鸟。接着,进入当晚的重点节目,即分发奖助学金。通过访谈和筛选,当晚发出奖助学金给11名初中生,22名高中生和18名大学生,共51名学生。上台分发奖学金的是华社精英以及热心人士:何文金先生、周礼岳先生、Siti Fatwa女士、陈玉丽女士以及郭宝岭女士。此外,还有1名Unitomo大学信息工程系学生以3.85之高分获得学士学位,大家都为他的成功而感到欣慰,祝愿他前程似锦,事业有成。他将一本厚厚的毕业论文交给基金会财政古永宁,作为对理事以及支持他的支持者的一个交代。
随后,文艺节目开始,Joaquin代表获得奖助学金的学生唱了两首歌:From the Start和One MomentinTime;小太阳三语学校的Jessie唱了一首高难度的“玛依拉”,接着和Janice合唱了耳熟能详的“康定情歌”。除了歌声美妙之外,她们还穿上了中国民族服装,让舞台显得更加生动。
最特别的节目是来自Mata Hati的4名视障学生,他们带着乐器,边弹边唱三首歌曲:Alamak, Sedia Aku Sebelum Hujan, 和I Have Nothing。虽然是视障人士,但他们不断探索自己的兴趣和才能。这社团成立了25年,一直为残疾人和非残疾人群体提供福利和工作机会,还经常举办工作坊,提高群体的技能。这种残而不废的精神令人肃然起敬。

作为印尼合法注册的华人民间组织,友联基金会36年前成立以来主要的活动是在教育领域。接受教育是每个孩子享有的权利;而协助政府建设社会是身为国民的责任,因此,自1993年开始,友联基金会开始以实际行动协助减轻印尼民族子女的教育重担,因为这是改变学子们的命运的其中一个管道。至今基金会已发放3200余份奖助学金名额。不少大学生以傲人的优秀成绩毕业,获得学士学位后投入社会;除了改善自己家人的生活,他们也在各领域作出贡献。有些还饮水思源,参加友联基金会的银会,为协助学弟学妹们接受教育出一份力。


这些年来泗水友联基金会资深理事一直为物色和培养年轻一代的接班人而努力。如今,终于看见了成果;第十一轮银会的重任也已交托到年轻一代的手中,他们将负责执行奖助学储金的操作。当然,已退到第二线的资深理事依然会站在他们后面,成为他们强大的后盾。当晚的节目,亦全由一群充满阳光和活力的年轻人包办,他们充分发挥其潜能和创意;所有嘉宾都留到所有节目结束,才依依不舍地起身道别,可见节目安排得井井有条,而且非常精彩,为当天的活动增添了极高的观赏性与参与度,营造了热烈、欢乐且温馨的氛围。再次感谢泗水各界热心社会人士继续支持泗水友联基金会,让基金会能发挥更大的作用。

泗水友联基金会供图/文
Yayasan SB Surabaya Union Club Membagikan Beasiswa untuk Semester Pertama Tahun 2026
Pada tanggal 27 Maret, Yaya-san SB Surabaya Union Club membagikan beasiswa kepada 51 siswa dan mahasiswa kurang mampu di Tristar International Restaurant, disaksikan oleh 400 orang yang hadir, termasuk para peng-urus Yayasan, anggota komunitas Tionghoa Surabaya terkemuka yang peduli, tamu undangan, anggota arisan, dan sepuluh guru native Tiongkok dari Sekolah Tiga Bahasa Xinzhong School.
Pukul 18.00, para Pengurus sudah tiba di lokasi untuk mempersiapkan acara malam itu, dan para tamu mulai berdatangan pukul 18.30; setelah mendaftar di meja registrasi, mereka duduk sesuai arahan panitia penyelenggara. Pukul 19.00, acara resmi dimulai, dipandu oleh Janice. Pertama-tama Janice menyampaikan sambutan hangat dan mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir.
Setelah kata pembukaan, pembawa acara mengundang Siane untuk menyampaikan sambutanmewakili para pengurus. Siane mengatakan bahwa Arisan Tahap ke-sepuluh telah berhasil diselesaikan, dan semua dana telah dikembalikan kepada para anggota. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pendukung yang memungkinkan Yayasan menyelesaikan misinya dengan lancar. Didorong oleh kepedulian yang mendalam terhadap pendidikan dan kepercayaan pada anggota dan pendukungnya, program Tabungan Amal ke-11 Yayasan Union terus berlanjut, pengurus berharap bisa mendapat dukungan dari semua masyarakat.
Setelah sambutan pembukaan, tiga siswa dari Sekolah Tiga Bahasa Xinzhong—William, Nicholas, dan Jillian—masing-ma-sing menyanyikan tiga buah lagu: “Today My Life Begins”, “Yin xing de Chibang,” dan “Wo shi yi zhi xiao xiao niao.” Selanjutnya tibalah pada acara utama malam itu: pembagian beasiswa. Melalui wawancara dan seleksi, beasiswa diberikan kepada 11 siswa SMP, 22 siswa SMA, dan 18 mahasiswa, dengan total 51 siswa dan mahasiswa. Beasiswa tersebut dibagikan oleh anggota komunitas Tionghoa terkemuka: Bapak Heru Budihartono – CEO HWT, Bapak Gatot Seger, Ibu Siti Fatwa, Ibu Lily Chandra, dan Ibu Paola Lina Luis. Selain itu, seorang mahasiswa bernama Bagus Kustiono dari Program Studi Teknik Informatika, Universitas Unitomomeraih IPK tinggi 3.85, dan mendapatkan gelar sarjana. Semua hadirin ikut bergembira dan bersyukur atas keberhasilannya, dan mendoakan masa depan yang cerah serta prestasi yang gemilang. Bagus menyerahkan skripsi kelulusannya kepada Arjono, bendahara Yayasan, sebagai tanda penghormatan kepada Pengurus dan anggota masyarakat pendukung Yayasan.
Setelah itu, pertunjukan dimulai. Joaquin mewakili penerima beasiswa menyanyikan dua buah lagu: ” From the Start” dan “One MomentinTime”, Jessie dari Sekolah Tiga Bahasa Little Sun menyanyikan lagu “Mayila”, diikuti duet dengan Janice membawakan lagu terkenal “Kangding Qing ge.” Selain suara yang indah, mereka juga mengenakan pakaian tradisional Tiongkok, menambah suasana meriah pertunjukan.
Pertunjukan yang paling istimewa adalah tiga buah lagu yang dibawakan oleh empat siswa tunanetra dari Mata Hati. Mereka memainkan alat musik sambil menyanyi: “Alamak”, “Sedia Aku Sebelum Hujan,” dan “I Have Nothing.” Meskipun memiliki keterbatasan penglihatan, mereka terus mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Komunitas ini, yang telah berdiri selama 25 tahun, secara konsisten menyediakan kesejahteraan dan kesempatan kerja bagi individu penyandang disabilitas maupun non-disabilitas, dan secara rutin mengadakan lokakarya untuk meningkatkan keterampilan mereka. Semangat mereka yang tak kenal lelah sungguh patut dikagumi.
Sebagai organisasi masyarakat Tionghoa resmi terdaftar secara hukum di Indonesia, Yayasan Uni-on sejak didirikan 36 tahun yang lalu berfokus utama pada pendidikan. Menyadari bahwa pendidikan adalah hak setiap anak dan kewajiban untuk membantu pemerintah dalam membangun masyarakat, Yayasan Union telah aktif bekerja untuk meringankan beban pendidikan anak-anak Indonesia sejak tahun 1993, melihatnya sebagai jalan penting untuk mengubah taraf kehidupan mereka. Hingga saat ini, Yayasan telah memberikan lebih dari 3.200 unit beasiswa. Banyak dari mahasiswadapat lulus dengan prestasi akademik yang luar biasa, meraih gelar sarjana dan berkontribusi kepada masyarakat. Selain meningkatkan kehidupan keluarga mereka sendiri, mereka telah memberikan kontribusi yang signifikan di berbagai bidang. Bebe-rapa dari mereka, mengingat asal-usul mereka, bergabung kembali dengan program beasiswa Yayasan Union, membantu adik kelas untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Selama bertahun-tahun, para Pengurus senior Yayasan Surabaya Union Club telah bekerja keras untuk mencari dan membina generasi penerus. Kini, hasilnya bisa terlihat; tanggung jawab untuk program Tabungan Amal kesebelas telah diserahkan kepada generasi muda, yang akan bertanggung jawab mengelola program beasiswa. Tentu saja, para pengurus senior, yang kini berperan lebih sedikit, akan terus mendukung mereka. Program malam itu sepenuhnya dikelola oleh generasi muda yang ceria dan energik, yang mengembangkan potensi dan kreativitas mereka. Semua tamu tetap tinggal hingga akhir acara, menunjukkan bahwa acara terorganisir dengan baik dan sangat menghibur, dan menciptakan suasana yang hangat, gembira, dan meriah. Ucapan Terima kasih juga disampaikan kepada masyarakat Surabaya yang dengan antusias mendukung berkelanjutan program beasiswa Yayasan Surabaya Union Club, yang memungkinkan Yayasan untuk memainkan peran yang lebih besar lagi di kemudian hari.













